Mataku
dibutakan olehmu, seberkas cahaya yang menghaburkan sinar lain, pendaran cahaya
yang kuat. Bayangmu bagaikan kilatan
film, sebuah kilas balik. Aku terjebak
dalam labirin di antara ilusimu. Saat aku
merasa bisa meraihmu, tapi saat kuulurkan tangan ini hanyalah udara hampa yang
terasa.
Satu-satunya
yang tertulis dalam kepalaku hanya dirimu. Fantasi
yang terasa nyata ini membuatku hampir gila. Oh tidak, tidak bisa ini semua
tidak nyata. Saat aku melangkah mendekatimu, kurasakan debaran dahsyat ini.
Saat
itu pada akhirnya, aku merasakan jantung ini berhenti. Meski detak ini
berhenti, aku merasakan dunia ini dibalut kegembiaraan. Kau begitu nyata aku bahkan tidak peduli bila nafas ini akan
berhenti. Penantianku berakhir, saat
kurasakan debaran ini. Perasaan membuncah ini akan meledak dalam sunyi. Damai menghampiriku bahkan tidak peduli bila
nafas ini akan berhenti.
Semua
terasa berbeda, saat kilauanmu tiba – tiba menghilang. Udara terasa begitu
sesak, begitu sulit bagiku untuk bernafas. Kuucapkan sesuatu padamu, meski aku
yakin kau tidak mendengarnya. Tapi kau mendegar ucapanku, kau terkejut dan
menatapku.
Bola
mataku terus bergulir, saat satu pertanyaan terlontar dari mulut ini. Aku
bahkan tidak mempercayai diri ini. Oh tidak, tidak bisa ini semua tidak benar. Saat tangan ini menyentuh wajah kecilmu. Haruskah aku percaya saat kau berkata ini
hanya mimpi? Aku tidak mungkin sesakit ini. Aku
akan memelukmu yang bersinar terang. Andai semuanya berhenti saat ini.
7.07
Heart Attack

0 komentar:
Posting Komentar