Sore ini salju pertama turun. Andai saja aku bisa
menelfonmu,mungkin aku akan bahagia.
Setahun sudah berlalu, tapi aku
belum bisa melupakanmu. Pada akhirnya hati ini berbicara,
“Aku kesepian”.
Memutar kembali waktu.
Andai aku mundur satu tahun. Mengembalikan hatiku. Akankah sekarang kita tetap
bersama?. Yeah, itu mungkin pemikiran bodoh,
tapi tetap saja, andai.
Jika
aku bertemu denganmu lagi, akankah
air mata ini menetes? Bodohnya aku, yang tidak bisa
berkata sepatah katapun.
Ucapkan padaku, “Merry Merry
Christmas”, “Hi!”, atau “Bagaimana kabarmu?” Saat salju mulai turun, mungkinkah hati yang terluka ini
kembali pulih? Maafkan aku, aku terlalu jahat
padamu waktu itu.
Natal saat itu, penyesalan menghantuiku. Aku berjalan sendiri dijalan yang
gemerlap ini, semua terlihat bahagia.
Mencoba memikirkan tetangmu, yang
selalu ada seperti udara.
Begitu bodohnya aku melepasmu
begitu saja waktu itu. Maafkan aku.
Layaknya roman picisan. Setelah waktu berlalu faktanya kau
begitu berharga. Semua selalu terlambat. Mengapa
aku tidak menyadarinya dulu?
Inginku katakan padamu, semua
telah berbeda sekarang.
Apa ini air mata atau lelehan salju?
Natal saat itu, ketika aku menyadari kau semakin jauh dariku. Ini sungguh aneh, hanya dengan
memikirkanmu membuat air mataku jatuh.
Air mata yang terus jatuh jatuh
jatuh. Aku ingin kembali padamu. Akan kulakukan apapun. Meskipun dengan menghilangkan
semua kehidupanku dahulu sampai saat ini.
Jika aku bertemu denganmu lagi,
akankah air mata ini menetes?
7.50
Fisrt Snow

0 komentar:
Posting Komentar