Minggu, 08 Februari 2015

First Snow


Sore ini salju pertama turun. Andai saja aku bisa menelfonmu,mungkin aku akan bahagia. Setahun sudah berlalu, tapi aku belum bisa melupakanmu. Pada akhirnya hati ini berbicara, “Aku kesepian”.

Memutar kembali waktu. Andai aku mundur satu tahun. Mengembalikan hatiku. Akankah sekarang kita tetap bersama?. Yeah, itu mungkin pemikiran bodoh, tapi tetap saja, andai.
Jika aku bertemu denganmu lagi, akankah air mata ini menetes? Bodohnya aku, yang tidak bisa berkata sepatah katapun. Ucapkan padaku, “Merry Merry Christmas”, “Hi!”, atau “Bagaimana kabarmu?” Saat salju mulai turun, mungkinkah hati yang terluka ini kembali pulih? Maafkan aku, aku terlalu jahat padamu waktu itu.
Natal saat itu, penyesalan menghantuiku. Aku berjalan sendiri dijalan yang gemerlap ini, semua terlihat bahagia. Mencoba memikirkan tetangmu, yang selalu ada seperti udara. Begitu bodohnya aku melepasmu begitu saja waktu itu. Maafkan aku.
Layaknya roman picisan. Setelah waktu berlalu faktanya kau begitu berharga. Semua selalu terlambat. Mengapa aku tidak menyadarinya dulu? Inginku katakan padamu, semua telah berbeda sekarang.
Apa ini air mata atau lelehan salju?
Natal saat itu, ketika aku menyadari kau semakin jauh dariku. Ini sungguh aneh, hanya dengan memikirkanmu membuat air mataku jatuh. Air mata yang terus jatuh jatuh jatuh. Aku ingin kembali padamu. Akan kulakukan apapun. Meskipun dengan menghilangkan semua kehidupanku dahulu sampai saat ini. Jika aku bertemu denganmu lagi, akankah air mata ini menetes?

7.50

Fisrt Snow

0 komentar:

Posting Komentar

 

Travel South Korea with Ay's Template by Ipietoon Cute Blog Design